25 Januari 2010

mantel atawa mantol?


Toko ini menuliskan kata MANTEL di papan nama dan MANTOL di dalam notanya. Bahkan sesekali kita mendengar orang menyebutnya MANTROL. Semua itu yang dimaksudkan tak lain adalah pelindung tubuh dari efek kuyup akibat air hujan.
Mana yang benar? Mau menyebutnya mantel, mantol atawa mantrol, terserah Anda yang penting pastikan ia selalu tersedia.
Tambah Gambar

05 Januari 2010

jas hujan iket blangkon

”Jas buka’ iket blangkon” artinya ”sama juga’ alias sami mawon”. Begitulah orang Jogja berpantun. Kalau ”jas hujan iket blangkon” artinya apa? Ya itu plesetan dari pantun di atas, artinya kurang lebih ”jas hujan bikinan Jogja”. Halah, maksa.

Datang ke Jogja bisa dilakukan kapan saja, baik musim kemarau ataupun penghujan, sama asyiknya. Justru menikmati Jogja di kala rintik hujan akan terasa lebih romantis. Asalkan kita bisa mempersiapkan diri agar tak ’saltum’.

Seperti halnya di awal 2010 ini. Hujan sudah mulai sering menyambangi Jogja. Nah, jika ingin liburan di Jogja tetap berkesan jangan lupa untuk bersiap, setidaknya mengantongi informasi penyedia kebutuhan kostum musim hujan.

Salah satunya adalah toko mantel dan jas hujan plastik “Serba Guna”. Berlokasi di jalan Gandekan kampung Kemetiran Lor Yogyakarta. Masih agak bingung? Kira-kira 300 meter arah selatan dari jalan Pasar Kembang alias Sarkem. Nah, sekarang sudah mulai mudheng bukan?
Sejak tahun 1960 toko ini sudah melayani kebutuhan kostum musim hujan bagi masyarakat Jogja seperti jas hujan dalam berbagai model dan ukuran, payung dan sepatu boot. Toko kecil atau lebih pas disebut kios sederhana berukuran lebih kurang 4 x 6 m2 ini selain menjual juga melayani pembuatan jas hujan 'customized'. Ternyata pesanan tidak saja datang dari kota Jogja, namun beberapa kali pesanan datang dari luar Jogja seperti Kalimantan Timur, Gorontalo, dan Papua.

Tak kalah dengan para penjual barang elektronik ataupun dealer kendaraan bermotor, salah satu hal yang membuat tempat ini laris manis dan makin dikenal masyarakat yaitu layanan purna jual berupa perbaikan gratis. ”Berlaku sepanjang masa, khusus untuk barang yang dibeli dari toko saya sepanjang barang tersebut juga masih memungkinkan untuk direparasi”, demikian kata pak Jono yang merupakan generasi ketiga pengelola toko itu. Yang juga bikin toko ini tampil beda yaitu tersedianya ukuran jumbo yang tidak dimiliki toko-toko jas hujan lainnya. ”Ukuran jumbo ini produk asli toko kami yang pembuatannya dikerjakan secara home industry”, tambah bapak tiga anak tersebut. Sedangkan untuk jas hujan dengan ukuran kecil dan sedang biasanya ia datangkan dari Jakarta dan Surabaya. Harga jas hujan yang ditawarkan sangat bervariasi dari harga Rp3 ribuan, yakni jas hujan dari bahan plastik tipis transparan. Biasa dipakai oleh para pengemudi becak, mbok-mbok bakul ataupun para "pekerja bersepeda" lainnya. Selain alasan harga yang amat murah, jas hujan jenis ini juga terasa ringan dipakai karena tidak mengganggu kala bermanuver di jalanan Jogja. Ada pula jas hujan seharga Rp350 ribu. Jenis ini didapatkan dari produsen luar negeri seperti Korea dan Vietnam via internet.

Jadi, sedia payung sebelum Jogja. Jika terlupa pun tentu tiada mengapa, toko Serba Guna s'lalu siap sedia.