11 Januari 2011

Ngayogjazz 2011: ”Mangan ora mangan… ngejazz”

Orang Jawa mengekspresikan semangat untuk berkumpul, bekerja sama dan bertahan dalam suasana keprihatinan dengan ungkapan ”Mangan ora mangan kumpul”. Makan atau tidak, tetap saja bisa berkumpul (rukun). Ungkapan itulah yang diadopsi untuk Ngayogjazz 2011 menjadi “Mangan Ora Mangan….Ngejazz”. Sebuah ungkapan yang dimaknai bahwa solidaritas bisa terwujud tanpa ikatan atau persoalan material (mangan). Bahkan semangat ini semakin terbukti ketika masa sulit sedang datang.

Inilah Jazz. Sebuah cara memainkan musik yang asyik, spontan, interaktif, dan ekspresif, hampir tanpa batas. Siapapun, alat musik apapun, di manapun, kapanpun, bahkan dalam suasana apapun.

Dan inilah Ngayogjazz. Sebuah gelaran musik jazz a la Ngayogjakarta. Sebuah hajatan yang tetap berkualitas tanpa harus di tempat yang berkelas. Sebagaimana penyelenggaraan tahun-tahun yang lalu, acara ini tak sekadar pertunjukan namun lebih pada perayaan dengan suasana yang amat merakyat, amat ’njogja’. Grapyak dan gumyak.

Silakan menikmatinya pada hari Sabtu Pon 15 Januari 2011 sejak jam 14.00 - 24.00 WIB di Pelataran Djoko Pekik, Desa Sembungan, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia atau di koordinat -7.83264022265, 110.338750259 (7°49’57.50″ S 110°20’19.50″ E)