02 Februari 2011

jogjabulary [H : Hompimpa(h)]


Dalam hompimpa(h), yang ada hanya dua kemungkinan: telungkup atau tengadah, tertutup atau terbuka. Hitam atau putih, ya atau tidak. Inilah momen pembelajaran bagi anak-anak Jogja agar bisa bersikap jelas dan tegas. Cepat dan lugas. Tak ada lagi posisi in between, tak boleh sok bijak merangkum dua kutub yang berseberangan, tak bisa negosiasi berkepanjangan. Tak bisa pula berlindung di balik semboyan masyhur para leluhur, ngono ya ngono ning aja ngono (Silakan begitu asal jangan begitu). Dalam hompimpa(h) tak boleh ada area abu-abu. Tak perlu selalu ragu. Satu-satunya yang boleh diragukan adalah keraguan itu sendiri.

gambar: www.dagadu.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar