11 Agustus 2011

lebih mahal yang palsu

Jamaknya barang bermerk palsu atau kita mengenalnya dengan istilah ‘aspal’ (asli tapi palsu) pasti dijual lebih murah dari aslinya. Bahkan juga dikenal istilah Kw (singkatan dari kwalitet atawa kualitas), dari Kw Super yang amat sangat mirip dengan aslinya, hingga Kw3 yang juga mirip dengan aslinya dalam jarak pandang tertentu. Semakin banyak angkanya berarti semakin banyak permaklumannya. "Maklum, ini kan palsu", "Maklum, harganya kan murah", "Maklum, nggak ngeh kalau sudah ketipu", begitu kira-kira kilah para penggunanya (eh, kalau Kw9 kualitasnya seperti apa ya? Husss...ss!) Demi memangkas biaya produksi agar bisa selamat sampai ke tangan end-user dengan harga murah, maka kualitaslah yang menjadi andalan untuk dikorbankan. Maklum, namanya juga palsu.

Tapi bukan Jogja kalau tidak ada istimewanya. Ternyata Dagadu-Djokdja, merek cinderamata khas kota ini, harga produk palsunya malah lebih mahal dari yang asli. Kenapa bisa begitu? Dari obrolan angkringan diperoleh jawabannya; jika barang palsu tetap dijual lebih murah dari aslinya sudah pasti mengundang kecurigaan calon pembeli. Nah, untuk menyempurnakan gerakan akal-akalan ini ‘Dagasu’ alias Dagadu palsu dengan kualitas yang tetap lebih rendah dibandrol dengan harga yang sama atau bahkan lebih mahal dari merek aslinya. Woooo....??

Ssstt… ada hal lain yang juga istimewa di Jogja. Kabarnya, sekarang ini biaya kuliah di PTN lebih mahal daripada biaya kuliah di PTS. Apakah PTN menaikkan biayanya melampaui PTS agar tak dicurigai sebagai PT palsu ya? Tanya kenapa?

Selamat berkemas untuk pulang ke Jogja lagi. Tetap waspada, agar mudik kali ini adalah mudik yang tetap istimewa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar