22 November 2011

cerita kecil kotagede

Meski sudah lebih dari dua pekan perhelatan Ngayogjazz yang ke-7 diselenggarakan di Kotagede 12 November lalu, namun masih saja melekat banyak kesan dan rasa penasaran yang berkait berkelindan dalam ingatan. Perpaduan antara para penampil yang luar biasa dengan setting lokasi yang amat terasa aura prabawanya. Kotagede, sebuah kota tua -cikal bakal Yogyakarta- yang masih terus menunjukkan dinamikanya hingga kini. Sungguh sebuah padu-padan yang amat 'nyamleng' untuk dinikmati.

Dalam beberapa unggahan setelah ini, kami hendak berbagi cerita tentang itu. Bukan mengenai gegap gempita Ngayogjazz sebagaimana yang sudah banyak ditulis oleh pelbagai media massa, 'dikicaukan' di twitter ataupun tertulis di banyak wall dan berbagai status dalam facebook dengan begitu ekspresif dan renyah namun kami ingin sekadar memungut cerita kecil (yang barangkali tercecer) dari Kotagede*.

Mangga lho mas dan mbak, selamat menikmati...


foto: buku "KOTAGEDE Life Between Walls" karya Revianto B Santosa dan Bambang Tri Atmojo.

* sebagian tulisan akan dipulung dari SPBTTBBCAKJT “HirukPikuk” Dagadu Djokdja

Tidak ada komentar:

Posting Komentar