16 November 2012

sarlegi

Sargede, begitu lidah lokal memendekkan kata Pasar Gede. pasar Legi itu nama lainnya. Kenapa? Begini ceritanya.
Senin atau Selasa, misalnya, adalah nama hari dengan siklus tujuhan. Legi adalah nama "hari" dengan siklus limaan versi almanak Jawa. Jadi kalau Senin atau Selasa tadi akan berulang tiap tujuh hari atau seminggu, maka Legi akan berulang tiap lima hari atau sepasar. (Saudara kandung Legi adalah Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon). Nah, jika kedua siklus tadi disilangkan dalam satu matriks, tiap satu sel (misal Senin Pon atau Selasa Kliwon) akan berulang lagi tiap 35 hari atau selapan.

Kembali ke Pasar Legi tadi, nama ini menunjukkan bahwa "hari pasaran" (yaitu saat si pasar tadi mengalami puncak kesibukannya) jatuh lima hari sekali, tiap Senin Legi, atau Selasa Legi, atau Sabtu Legi dan seterusnya. Di luar hari-hari itu, pasar ini boleh dibilang sepi. Tapi itu jaman dulu. Sekarang, tiap hari adalah pasaran dan tiap Legi adalah pasaran yang lebih heboh lagi. Bisa dibayangkan jika hari pasaran Legi ketemu dengan Minggu; jadilah Minggu Legi yang extra ordinary crowded.

P.S.
Karena Google Map ataupun GPS tidak (belum) memberikan informasi tentang hari pasaran ini, ada baiknya periksa almanak Jawa terlebih dahulu sebelum bermobil melintas jalanan sekeliling pasar. Kalau kebetulan berpapasan dengan hari pasaran, mendingan cari jalan lain deh.

to buy or not to buy, that's not the question


(versi aslinya: to be or not to be, that's not the question, dalam "Hamlet" karya Shakespeare, 1564-1616)

Yak betul. Pasar di Kotagede seperti layaknya pasar tradisional lainnya, tidak semata berurusan dengan perputaran uang dan barang. tapi juga kekabaran -- dan kemudian keakraban. (Jadi kalau ibu pulang dari pasar, oleh-olehnya bukan cuma jajanan, melainkan juga 'informasi hangat hari ini'. Dan kini, ketika informasi menjadi perkara paling wigati, kabar-kabar itu juga dapat langsung diakses dari rumah-rumah melalui mbak-mbak dan mbok-mbok bakul (yakni para perempuan perkasa yang secara mandiri berwirausaha) yang mengantarkan aneka komoditas pasar --beserta informasi paling aktual-- ke muka pintu rumah tiap pagi. Tentu harus bersicepat dengan mbak-mbak yang berbelanja sembari up date status facebook.